Membeli Rumah di Kondisi Dollar 14.000

September 17, 2015

|

Category: Property, Tips

Banyak teman saya yang bertanya-tanya mengenai kondisi per-ekonomi-an yang sedang dipenuhi dengan ketidak pastian, beberapa di antaranya melemahnya harga rupiah, menurun-nya daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang melambat, harga minyak yang turun, pengetatan anggaran dari perusahaan / korprorasi, pemerintah berusaha meningkatkan pendapatan dari sektor pajak, dan hal lain yang saya tidak bisa sebutkan semuanya disini.


Melihat tren yang terjadi, justru saya memberitahu kepada teman-teman terdekat saya untuk segera membeli properti tahun ini karena di tahun ini lah harga properti sedang terkoreksi. Baik itu untuk properti sekunder ataupun primer yang dijual oleh pengembang. Mengapa?
Mungkin untuk Anda yang bekerja di sektor perbank-an atau ada kaitannya dengan sektor real estate pernah mendengar ttg aturan SE BI 30 September 2013 ? Surat edaran tersebut dikeluarkan oleh Bank Indonesia, yang memutar balikkan kondisi properti dimana untuk konsumen yang telah memiliki / sedang memiliki Kredit Pemilikan Properti tidak boleh melakukan akad kredit lagi untuk kedua kalinya (atau ketiga kalinya dan seterusnya) apabila properti yang dibeli tersebut dalam keadaan indent / belum dibangun. Sedangkan apabila properti tersebut dalam keadaan siap pakai, DP nya harus lebih besar ketimbang biasanya.
Tentu saja dengan peraturan ini, semua konsumen yang sedang mencicil pembayaran baik itu DP ataupun cicilan harus menambah DP tidak sanggup meneruskan, yang sedang mengajukan proses KPR menjadi terhambat karena harus menunggu rumah indent tersebut selesai dibangun terlebih dahulu. Sementara pengembang sendiri sudah membuka surat kontrak / menunjuk kontraktor agar bangunan yang dipesan tersebut selesai tepat pada waktunya.
Waktu normal untuk membangun rumah berskala klaster adalah berkisar antara 12 hingga 18 bulan. Kalau rumah yang Anda bangun masih belum ada infrastrukturnya (jalan, jembatan, gerbang, saluran, dll) diperkirakan butuh hingga 24 bulan. Jika Anda mengecek kalender, sekarang tanggal 25 Agustus 2015 berarti sudah hampir 2 tahun sejak peraturan BI itu dikeluarkan dan unit-unit properti yang sedang dibangun para pengembang tersebut belum ada pembelinya / menjadi uang mati.
Kalau Anda melihat iklan-iklan yang terpampang di beberapa pengembang belakangan ini, pasti terlihat tulisan “RUKO SIAP PAKAI” atau “RUMAH SIAP HUNI” dengan hadiah-hadiah yang di banderol menarik agar konsumen yang butuh properti bisa segera menempatinya.
Ditambah lagi dengan kondisi per-ekonomian US yang sedang menguat sehingga membuat rupiah melemah yang mengakibatkan banyak pemain / investor properti yang sebagian besar tentunya adalah pengusaha menjadi ketakutan untuk membeli properti di saat yang penuh ketidakpastian ini. Akibatnya properti-properti yang ada di pasar sekunder menjadi sulit terjual.
Karena para pemilik properti tersebut bagaimanapun tetap butuh dana likuid, maka mereka akhirnya memutuskan untuk menjual dengan harga miring (tidak sesuai dengan pasaran).

Bagaimanapun properti adalah kebutuhan primer (masih ingat kebutuhan primer manusia? Sandang, pangan, dan papan). Jadi membeli properti di saat kondisi ekonomi sedang memburuk pun merupakan keputusan yang baik. Lebih lagi harganya saat ini sedang banyak terkoreksi. Jumlah tanah tidak akan pernah bertambah, Jumlah manusia tidak akan pernah berkurang. Jadi menurut hukum ekonomi, suplai dan permintaan akan tetap lebih besar permintaan dibandingkan suplai. Sehingga harga masih akan tetap naik.
Tulisan ini saya buat bukan untuk memenuhi target penjualan karena saya bekerja di sektor properti, tapi saya sendiri baru saja membeli properti karena melihat adanya peluang untuk investasi di harga yang sedang terkoreksi ini. Jadi, tunggu apalagi? Saya sudah melakukannya, sekarang giliran Anda! Mari berburu properti!

View
Map

Vida View merupakan area residential dan komersial yang memadukan 3 tower apartment, 42 unit shophouse ekslusif dan 8 unit kios.

Hunian paling prestisius di Sulawesi Selatan menghadirkan gaya hidup urban modern yang eksklusif, desain arsitektur mewah di tengah atmosfer yang sangat hijau, teknologi yang ramah lingkungan, dan fasilitas yang mengakomodasi gaya hidup sehat penghuninya.

CitraGarden dikembangkan untuk menjadi hunian bagi sekitar 800 keluarga modern denan gaya hidup sehat. Rumah-rumah modern yang homey dan cantik, ditunjang lingkungan yang asri dan hijau, serta area komersial CitraGarden juga akan menjadi pilihan ideal untuk memulai bisnis anda,...

Satu-satunya kota mandiri terbesar, termegah dan terlengkap di kota Makassar yang diproyeksikan akan menjadi trend setter baru kawasan residensial mewah berstandar internasional di Sulawesi. CITRAGRAND GALESONG CITY, tempat sempurna untuk merepresentasikan status dan privilege Anda. Konsep self contained city menyediakan fasilitas...

Welcome to CitraLand City: Makassar’s Central Business District Selamat datang di CitraLand City, The Waterfront CBD-Makassar, sebuah konsep superblok terpadu berupa Oceanside Modern Living dengan lokasi emas di depan Pantai Losari dan pusat kota Makassar. Kompleks eksklusif dengan fasilitas...